Showing posts with label Tips & Trick. Show all posts
Showing posts with label Tips & Trick. Show all posts

May 26, 2017

Belanja Gadget Online Itu Gampang!

Banyak temen gue bilang kalau gue orangnya ‘awetan’ kalau soal gadget. Soalnya, memang gue paling males gonta-ganti handphone kalau udah ‘nyaman’. Siapa sih yang bakal berpaling hati kalo udah soal kenyamanan? Hahaha. Tapi yaa namanya kesayangan, kadang gue juga suka was-was kalau handphone gue kenapa-napa nantinya. Udah setahun lebih gue gonta-ganti tempered glass karena handphone gue hobinya 'terjun bebas' kali ya hahaha. Dan seminggu lalu terjadi lagi. Dia jatuh-retak-terluka. Mau nggak mau gue harus cari tempered glass lagi nih. Hadeh~

Homepage www.duahari.com

Seakan tak mau kembali terulang, gue nyari tempered glass yang beneran bagus dan mulai deh browsing-browsing di internet online shop mana yang jual tempered glass yang murah tapi gak murahan. Cari sana cari sini, seperti biasa banyak yang jual tempered glass ala-ala sampai gue ketemu sama online shop baru, www.duahari.com. Meski terbilang baru, duahari.com ini punya banyak koleksi aksesoris buat gadget, mulai dari tempered glass, hardcase sampai drone juga ada. Lengkap deh!


Cara beli yang Simple, Klik-Klik-Bayar!

Cara beli di duahari.com gampang banget. Tinggal buka situsnya di www.duahari.com langsung deh cari barang yang mau dibeli. Kamu tinggal klik aja tombol “add to cart” kalau mau langsung membeli atau klik nama produknya kalau mau lebih tahu spesifikasi produk yang kamu pilih.  Produk-produk yang dijual di duahari.com dijelasin secara lengkap mulai dari gambar produknya, ukurannya, beratnya sampai fitur-fitur tambahannya. Kalau begini kan gue jadi lebih yakin buat beli dan gak takut kena tipu-tipu. Handphone aman, hati pun tenang.

Item description tab di www.duahari.com

Setelah produk dipilih, kamu bisa lengsung check-out untuk melakukan pembayaran atau lanjut belanja lagi. Nah, untuk melakukan pembayaran kamu perlu login dulu untuk isi identitas diri, alamat e-mail dan alamat pengiriman. Alurnya simple dan gampang banget deh! Kalau dihitung-hitung, gak sampai 15 menitan gue udah tinggal bayar itu barang pesenan. See? Easy, right?


Payment dan Shipping Channel yang Beragam

Yang bikin nyaman beli di duahari.com adalah cara transaksi yang nyaman dan aman. duahari.com punya banyak pilihan channel pembayaran dan pengiriman, jadi kita bisa pilih mau bayar pakai apa dan pakai jasa ekspedisi apa yang kita percaya. Untuk pembayaran kamu bisa pilih, mau Cash on Delivery (COD), transfer antar bank, cicilan 0% kartu kredit, e-money atau bayar di outlet-outlet pembayaran seperti minimarket dan Kantor Pos. Banyak banget pilihan cara bayarnya. Berhubung di kantor gue ada ATM, ya pakai transfer ATM aja sih. Kalau pas lagi di rumah bisa pakai mobile banking atau COD aja sekalian biar tenang. “Ada uang, Ada Barang.”

Terus, buat yang punya jasa ekspedisi kepercayaan seperti gue, enaknya kita bisa pilih ekspedisi sesuai keinginan. Pilihannya banyak! Ada JNE, TIKI, J&T, NEX, SAP dan banyak jasa ekspedisi lainnya. Kurang lengkap apa  coba?


Jaminan Kualitas Produk dan Layanan

Kalau nanti kalian ada kendala, jangan ragu-ragu buat sampaikan keluhan kamu ke Customer Support duahari.com. Kalau gue sih belum sempet kenalan ya sama mba-mba CS-nya, Soalnya transaksi gue lancar sih dan gak ada kendala sampai barang tiba di rumah. Oiya, duahari.com juga menerima retur kok kalau ternyata barang yang kamu pesan ada kesalahan. Tentunya tetep sesuai syarat dan ketentuan yang ada ya.

fitur unggulan di www.duahari.com

Overall, gue melihat duahari.com ini sebagai salah satu online shop produk gadget yang siap emerging pasar dan sejajar dengan online shop lainnya. Kualitas produk dan layanannya bisa dikatakan excellent dan ngerti banget apa yang diinginkan customer untuk transaksi online yang berkesan. Semoga kedepannya produk yang ditawarkan duahari.com bisa lebih variatif lagi karena jaman sekarang kebutuhan gadget mulai banyak jenisnya.


P.S; Tempered glass-nya aman buat 'terjun bebas' :D

Jul 14, 2016

Pentingkah Database Media untuk PR?

Proses kerja public relations adalah proses yang membutuhkan konsistensi dan jangka waktu yang cukup panjang untuk memunculkan hasil yang baik, entah dalam hitungan bulan atau bahkan tahun. Dalam sepanjang prosesnya, peran seorang public relations officer tidak akan lepas dengan media secara institusi maupun personal, termasuk di dalamnya para awak media seperti reporter maupun editor. Sangat penting untuk bisa memaintain atau memelihara hubungan yang baik dan tepat sasaran dengan mereka. Untuk memudahkan, akan diperlukan database.
Mengapa Database?
Di Indonesia sendiri kini sudah banyak nama institusi media yang beredar dengan produk jurnalistiknya yang sangat beragam. Contoh saja, Trans Media milik Trans Corp. Dengan portal Detik.com, stasiun Trans TV, stasiun Trans7, dan portal CNN Indonesia. Kompas Group dengan harian Kompas, radio Sonora, portal kompas.com, dan stasiun Kompas TV. Dan sebagainya. Terbayang jika harus menghimpun data dari seluruh media yang ada, maka ada berapa banyak orang media yang harus di hafal dengan karakteristik pekerjaan mereka dan latarbelakang institusi yang dimiliki? Disini lah pentingnya untuk mempergunakan database.

Database akan mempermudah kita untuk melakukan komunikasi yang tepat sasaran dengan media. Database yang baik akan mencakup data selengkap mungkin tentang media tersebut dengan orang yang ada di dalamnya. Sebaiknya selain data profesi seperti asal media, desk berita, kontak profesi juga cantumkan biodata pribadi seperti tanggal lahir, asal daerah, kontak pribadi dan hal-hal yang bisa menyentuh personalnya secara langsung. Database yang baik juga harus bisa diakses dan dimengerti oleh staff PR lainnya.

Contoh database media sederhana menggunakan Ms. Excel

Bagaimana mengumpulkan data untuk database?

Metode pengumpulan data memang cukup sulit tapi bisa dicoba ketika dalam event yang mengundang mereka, berikan form media dan kartu identitas lainnya yang harus diisi ketika mereka hadir untuk liputan. Data inilah yang harus dipegang dan di-index dengan rapih agar nantinya kita bisa mensortir dan mencari data media dengan mudah. Bahkan untuk jumlah media yang sedikit, penggunaan database akan mengefisiensi waktu dan tenaga seorang PR.

Di berbagai kesempatan yang berhubungan dengan media, selalu mintalah data diri profesi maupun pribadi jika memungkinkan. Selain untuk menghimpun data baru, proses kompilasi data seperti ini juga bisa dilakukan untuk update data media yang sudah ada.
Bagaimana cara memperbaharui database media?
Data yang sudah terkumpul di database tentu harus selalu diperbaharui untuk mengurangi miss dalam menyampaikan pesan ataupun rilis berita. Seringkali dalam mengirim rilis kita tidak tahu apakah reporter itu masih bekerja di media yang sama, masih mengerjakan desk berita yang sama atau justru sudah menjadi editor atau bahkan sudah resign dan tidak bekerja di media lagi. Hal ini yang harus diantisipasi karena jika terjadi miss, konten berita tentu akan melenceng dari sasaran dan terlebih jika ada kesalahan penyebutan institusi media yang dituju, pastinya akan menimbulkan kesan negatif dari media.

Proses pembaharuan data bisa melalui berbagai cara. Yang paling sering dan mudah dilakukan adalah dengan menghubungi langsung orang media tersebut via telepon dan menanyakan kondisi profesinya saat ini. Cara lain adalah penghumpunan data ulang ketika mengundang mereka kedalam sebuah event seperti press conference atau memang media gathering yang rutin dilakukan. Jika didapati adanya perubahan, maka sesegera mungkin isi ke dalam database yang ada, atau jika data perubahan belum menyeluruh, tanyakan juga untuk data lain misal apakah di media baru yang berbeda mengerjakan desk berita yang berbeda juga atau sama seperti di media sebelumnya.

Contoh tampilan database media menggunakan software khusus
Sekecil apapun, data berupa informasi tentang media sangat berharga bagi PR. Selanjutnya hanya bagaimana kita sebagai PR bisa menjaga, memperbaharui dan menganalisis data yang ada sebagai modal menyusun strategi pemberitaan yang baik.

May 27, 2014

Ketika Saya Harus SMS Dosen



Malam ini seperti biasa, buka Kaskus dan lihat salah satu thread yang masuk hot thread list. Judul thread itu sangat cocok dengan kondisi mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang rajin-rajinnya bimbingan dan tentu buat janji dengan dosen. Judul thread itu, "Seharusnya Begini Etika Ber-SMS dengan Dosen Agan". Nah, akhir-akhir ini juga saya sedang rajin-rajinnya SMS dosen pembimbing dan penguji tentang jadwal seminar proposal penelitian saya. Wah, sudah berapa kali saya SMS beliau dan tentu dalam hati saya sendiri juga merasa tidak enak dengan SMS-SMS saya meskipun sudah saya susun sesopan dan setepat mungkin timing pengirimannya.

Jadi ingat, dulu pertama kali saya menghubungi dosen itu ke Pak Toto yang sekarang menjabat sebagai ketua jurusan. Dulu maksudnya untuk menanyakan tentang kelas Teori Komunikasi yang beliau ampu dan jadilah saya SMS beliau dengan gaya ala sobat sejati. Kira-kira begini bunyi SMS saya waktu itu: "Permisi Pak, Betul ini dengan Pak Toto? Mau bertanya, Pak. Kuliah TeoKom hari ini jadi apa tidak ya, Pak?" Tak lama ada balasan dari beliau "Ya ada" dan saya langsung mengabari hal itu ke kelas tanpa ingat berterimakasih pada Sang Dosen. Duh! Kacau sekali kalau diingat lagi. Pertama kalinya SMS ke dosen sepanjang kuliah, semester satu dengan first impressions yang "gak banget".

Malunya lagi, ketika di kelas TeoKom itu, intermezzo yang diberikan Pak Toto bukan soal materi perkuliahan melainkan bunyi SMS saya yang saya kirim ke beliau sebelumnya. Habis! Beliau bercerita, "Tadi ada yang SMS saya tapi seperti orang nyasar. Dia tanya sama saya kalau saya ini Pak Toto atau bukan? Padahal disini yang namanya Toto kan banyak? Dia juga gak perkenalkan diri dulu, lagi. Saya kan jadi gak tau ini SMS dari siapa. Ya saya maklum lah. lain kali jangan begitu lagi ya." Semua mata menengok ke saya dan saya hanya bisa senyum menunduk menahan malu. Siap, Pak! Pelajaran buat saya.


Mulai dari kejadian itulah, saya mulai menerapkan persyaratan khusus ketika kontak dengan dosen, khususnya SMS, diantaranya:

1. Ketahui karakteristik dosen
Dosen itu banyak tipenya. Ada yang prefer untuk dihubungi via telepon saja, SMS saja atau bahkan keduanya pun oke. Untuk beberapa dosen malah ada yang lebih memilih e-mail dibandingkan telepon atau SMS. Kenali tipe dosen kamu dan ketahui media "favorit" beliau untuk berkomunikasi. Bisa tanyakan langsung atau ke teman yang memang sering kontak dengan beliau.

2. Perkirakan timing yang tepat
Jangan SMS dosen pada waktu-waktu yang salah! lebih baik ketahui jadwalnya terlebih dahulu untuk memastikan sibuk tidaknya beliau pada jam-jam tertentu. Jika sudah pasti, SMS pada diluar jam sibuknya. Hal ini menghindari SMS yang tidak terbalas karena biasanya ketika sibuk, pesan SMS akan "sambil lalu" dan lupa untuk dibalas. Jangan terlalu malam dan terlalu pagi juga. Kita saja suka kesel kalau ada SMS larut malam atau terlalu pagi kan?

3. Salam dan perkenalkan diri
Jangan sekalipun kamu berharap dosen akan menyimpan nomor kontak kamu. Jikapun disimpan, bukan berarti kamu bisa langsung "sok kenal sok dekat" dengan dosen tersebut. Hal ini berlaku jika kamu yang punya keperluan dan menghubungi pertama kali. Lain hal jika dosen yang menghubungi kamu terlebih dahulu, perkenalan tidak perlu. Contoh perkenalan misalnya: "Permisi, Pak. Saya Faiz dari Ilmu Komunikasi 2010..." Untuk ucapan salam, kamu bisa sesuaikan dengan latarbelakang dosen. Jika dosen beragama muslim, bisa gunakan ucapan "Assalamu'alaikum" dan jangan disingkat karena tidak sopan. Tapi untuk lebih mudahnya bisa ucapkan "selamat pagi/siang/sore/malam" karena sifatnya universal. Setelahnya bisa gunakan kata "maaf" atau "permisi" dengan maksud merendah hati.

4. Isi pesan harus lugas dan singkat
Seperti halnya Twitter, Anggap SMS itu hanya punya batas 160 karakter atau satu format SMS. Di kolom isian SMS kamu harus susun bagaimana pesanmu bisa sampai dengan efektif tapi tidak bertele-tele. Langsung menuju inti tapi tidak disingkat. Jikapun ada yang perlu disingkat, singkatlah kata yang memang sudah umum disingkat sepeti "yang = yg, dengan = dgn, atau tidak = tdk" .

5. Ucapkan terima kasih
Di penghujung pesan, jangan lupa cantumkan ucapan terima kasih. Ucapan ini menandakan bahwa kita mengapresiasi waktu dan usaha yang beliau berikan untuk kita. Jangan mengharapkan ucapan terima kasih kembali karena bukan itu tujuan dari ucapan terima kasih yang kamu berikan. Ucapan terima kasih ini juga bisa meredakan tensi membaca pesan, terlebih jika pesan inti cukup padat dan dengan demikian kemungkinan pesan kita akan dibalas juga besar.

Contoh kasus dari kombinasi format diatas, contohnya:
1. Dosen lebih senang dihubungi via SMS.
2. Hari ini beliau ada jadwal mengajar pukul 07.30-09.30 dan 13.00-15.00.
3. Saya ingin tahu kapan bisa untuk bimbingan skripsi

"Selamat siang Pak. saya Faiz, Ilmu Komunikasi 2010. Maaf Pak, saya mau menanyakan apakah hari ini bapak ada waktu untuk konsul skripsi? Terima kasih" Total 148 karakter. Sopan dan isinya jelas serta lugas. Pesan dikirim pukul 10.00 dan pengirim sedang berada di sekitar area kampus, sehingga ketika dosen menyanggupi untuk segera, pengirim bisa langsung menghadap. Jangan menanyakan kesanggupan jika kamu sedang berada jauh dari kampus. Jikapun jauh, buatlah janji sebelumnya agar ada kesepakatan kapan bisa menghadap.

Dalam berkomunikasi dengan dosen, jangan sekali-sekali kamu berpikiran bahwa mereka adalah penghambat. Tanamkan pada pikiran bahwa mereka juga manusia yang memiliki berbagai aktifitas, sama seperti kamu. Mahasiswa memang perlu memiliki rasa empati terhadap dosen. Di sisi lain, dosen pun juga sebaiknya mencontohkan yang baik dengan bersikap profesional. Dengan demikian, tidak ada istilah "gila hormat" karena rasa hormat itu sendiri muncul dari komunikasi yang nyaman diantara keduanya.

Berkomunikasi dengan dosen juga tidak lepas dari etika dan tatakrama berkomunikasi. Kita yang lebih muda sudah semestinya sopan dan santun terhadap dosen yang lebih senior dari kita. Dalam hal "kenyamanan teknologi" pun kita para mahasiswa berbeda dengan mereka. Kita mungkin akrab dan adaptif dengan mengetik teks sampai puluhan kata kecepatan tinggi serta dengan banyaknya aplikasi komunikasi yang digunakan, tapi tidak dengan dosen, khususnya dosen yang senior karena biasanya dosen senior itu cenderung "setia" kalau urusan gadget komunikasi. Jadi, memang empati dan saling pengertian sangat penting dalam hubungan ini. Nikmatilah proses komunikasinya, karena mahasiswa dengan dosen tidak semata-mata tentang hubungan profesional, tapi juga personal.

Ketika Saya Harus SMS Dosen - Faiz Ridhal Malik
Image: google.com

P.S: Mohon maaf ya bapak/ibu dosen kalau selama ini ada SMS saya yang menyingung. 0:)