Showing posts with label Insight. Show all posts
Showing posts with label Insight. Show all posts
May 26, 2017
Belanja Gadget Online Itu Gampang!
Banyak temen gue bilang kalau gue
orangnya ‘awetan’ kalau soal gadget. Soalnya, memang gue paling males
gonta-ganti handphone kalau udah ‘nyaman’. Siapa sih yang bakal berpaling hati
kalo udah soal kenyamanan? Hahaha. Tapi yaa namanya kesayangan, kadang gue juga
suka was-was kalau handphone gue kenapa-napa nantinya. Udah setahun lebih gue
gonta-ganti tempered glass karena handphone gue hobinya 'terjun bebas' kali ya
hahaha. Dan seminggu lalu terjadi lagi. Dia jatuh-retak-terluka. Mau nggak mau
gue harus cari tempered glass lagi nih. Hadeh~
![]() |
| Homepage www.duahari.com |
Seakan tak mau kembali terulang,
gue nyari tempered glass yang beneran bagus dan mulai deh browsing-browsing di
internet online shop mana yang jual tempered glass yang murah tapi gak murahan.
Cari sana cari sini, seperti biasa banyak yang jual tempered glass ala-ala
sampai gue ketemu sama online shop baru, www.duahari.com. Meski terbilang baru,
duahari.com ini punya banyak koleksi aksesoris buat gadget, mulai dari tempered
glass, hardcase sampai drone juga ada. Lengkap deh!
Cara beli yang Simple,
Klik-Klik-Bayar!
Cara beli di duahari.com gampang
banget. Tinggal buka situsnya di www.duahari.com
langsung deh cari barang yang mau dibeli. Kamu tinggal klik aja tombol “add to
cart” kalau mau langsung membeli atau klik nama produknya kalau mau lebih tahu
spesifikasi produk yang kamu pilih. Produk-produk
yang dijual di duahari.com dijelasin secara lengkap mulai dari gambar
produknya, ukurannya, beratnya sampai fitur-fitur tambahannya. Kalau begini kan
gue jadi lebih yakin buat beli dan gak takut kena tipu-tipu. Handphone aman,
hati pun tenang.
![]() |
| Item description tab di www.duahari.com |
Setelah produk dipilih, kamu bisa
lengsung check-out untuk melakukan pembayaran atau lanjut belanja lagi. Nah,
untuk melakukan pembayaran kamu perlu login dulu untuk isi identitas diri,
alamat e-mail dan alamat pengiriman. Alurnya simple dan gampang banget deh! Kalau
dihitung-hitung, gak sampai 15 menitan gue udah tinggal bayar itu barang
pesenan. See? Easy, right?
Payment dan Shipping Channel yang
Beragam
Yang bikin nyaman beli di
duahari.com adalah cara transaksi yang nyaman dan aman. duahari.com punya
banyak pilihan channel pembayaran dan pengiriman, jadi kita bisa pilih mau
bayar pakai apa dan pakai jasa ekspedisi apa yang kita percaya. Untuk pembayaran
kamu bisa pilih, mau Cash on Delivery (COD), transfer antar bank, cicilan 0%
kartu kredit, e-money atau bayar di outlet-outlet pembayaran seperti minimarket
dan Kantor Pos. Banyak banget pilihan cara bayarnya. Berhubung di kantor gue
ada ATM, ya pakai transfer ATM aja sih. Kalau pas lagi di rumah bisa pakai
mobile banking atau COD aja sekalian biar tenang. “Ada uang, Ada Barang.”
Terus, buat yang punya jasa ekspedisi
kepercayaan seperti gue, enaknya kita bisa pilih ekspedisi sesuai keinginan.
Pilihannya banyak! Ada JNE, TIKI, J&T, NEX, SAP dan banyak jasa ekspedisi
lainnya. Kurang lengkap apa coba?
Jaminan Kualitas Produk dan Layanan
Kalau nanti kalian ada kendala,
jangan ragu-ragu buat sampaikan keluhan kamu ke Customer Support duahari.com.
Kalau gue sih belum sempet kenalan ya sama mba-mba CS-nya, Soalnya transaksi
gue lancar sih dan gak ada kendala sampai barang tiba di rumah. Oiya,
duahari.com juga menerima retur kok kalau ternyata barang yang kamu pesan ada kesalahan.
Tentunya tetep sesuai syarat dan ketentuan yang ada ya.
![]() |
| fitur unggulan di www.duahari.com |
Overall, gue melihat duahari.com
ini sebagai salah satu online shop produk gadget yang siap emerging pasar dan
sejajar dengan online shop lainnya. Kualitas produk dan layanannya bisa
dikatakan excellent dan ngerti banget apa yang diinginkan customer untuk
transaksi online yang berkesan. Semoga kedepannya produk yang ditawarkan
duahari.com bisa lebih variatif lagi karena jaman sekarang kebutuhan gadget
mulai banyak jenisnya.
Jul 14, 2016
Pentingkah Database Media untuk PR?
Proses kerja public relations adalah proses yang membutuhkan konsistensi dan jangka waktu yang cukup panjang untuk memunculkan hasil yang baik, entah dalam hitungan bulan atau bahkan tahun. Dalam sepanjang prosesnya, peran seorang public relations officer tidak akan lepas dengan media secara institusi maupun personal, termasuk di dalamnya para awak media seperti reporter maupun editor. Sangat penting untuk bisa memaintain atau memelihara hubungan yang baik dan tepat sasaran dengan mereka. Untuk memudahkan, akan diperlukan database.
Mengapa Database?
Di Indonesia sendiri kini sudah banyak nama institusi media yang beredar dengan produk jurnalistiknya yang sangat beragam. Contoh saja, Trans Media milik Trans Corp. Dengan portal Detik.com, stasiun Trans TV, stasiun Trans7, dan portal CNN Indonesia. Kompas Group dengan harian Kompas, radio Sonora, portal kompas.com, dan stasiun Kompas TV. Dan sebagainya. Terbayang jika harus menghimpun data dari seluruh media yang ada, maka ada berapa banyak orang media yang harus di hafal dengan karakteristik pekerjaan mereka dan latarbelakang institusi yang dimiliki? Disini lah pentingnya untuk mempergunakan database.
Database akan mempermudah kita untuk melakukan komunikasi yang tepat sasaran dengan media. Database yang baik akan mencakup data selengkap mungkin tentang media tersebut dengan orang yang ada di dalamnya. Sebaiknya selain data profesi seperti asal media, desk berita, kontak profesi juga cantumkan biodata pribadi seperti tanggal lahir, asal daerah, kontak pribadi dan hal-hal yang bisa menyentuh personalnya secara langsung. Database yang baik juga harus bisa diakses dan dimengerti oleh staff PR lainnya.
| Contoh database media sederhana menggunakan Ms. Excel |
Bagaimana mengumpulkan data untuk database?
Metode pengumpulan data memang cukup sulit tapi bisa dicoba ketika dalam event yang mengundang mereka, berikan form media dan kartu identitas lainnya yang harus diisi ketika mereka hadir untuk liputan. Data inilah yang harus dipegang dan di-index dengan rapih agar nantinya kita bisa mensortir dan mencari data media dengan mudah. Bahkan untuk jumlah media yang sedikit, penggunaan database akan mengefisiensi waktu dan tenaga seorang PR.
Di berbagai kesempatan yang berhubungan dengan media, selalu mintalah data diri profesi maupun pribadi jika memungkinkan. Selain untuk menghimpun data baru, proses kompilasi data seperti ini juga bisa dilakukan untuk update data media yang sudah ada.
Bagaimana cara memperbaharui database media?
Data yang sudah terkumpul di database tentu harus selalu diperbaharui untuk mengurangi miss dalam menyampaikan pesan ataupun rilis berita. Seringkali dalam mengirim rilis kita tidak tahu apakah reporter itu masih bekerja di media yang sama, masih mengerjakan desk berita yang sama atau justru sudah menjadi editor atau bahkan sudah resign dan tidak bekerja di media lagi. Hal ini yang harus diantisipasi karena jika terjadi miss, konten berita tentu akan melenceng dari sasaran dan terlebih jika ada kesalahan penyebutan institusi media yang dituju, pastinya akan menimbulkan kesan negatif dari media.
Proses pembaharuan data bisa melalui berbagai cara. Yang paling sering dan mudah dilakukan adalah dengan menghubungi langsung orang media tersebut via telepon dan menanyakan kondisi profesinya saat ini. Cara lain adalah penghumpunan data ulang ketika mengundang mereka kedalam sebuah event seperti press conference atau memang media gathering yang rutin dilakukan. Jika didapati adanya perubahan, maka sesegera mungkin isi ke dalam database yang ada, atau jika data perubahan belum menyeluruh, tanyakan juga untuk data lain misal apakah di media baru yang berbeda mengerjakan desk berita yang berbeda juga atau sama seperti di media sebelumnya.
![]() |
| Contoh tampilan database media menggunakan software khusus |
Sekecil apapun, data berupa informasi tentang media sangat berharga bagi PR. Selanjutnya hanya bagaimana kita sebagai PR bisa menjaga, memperbaharui dan menganalisis data yang ada sebagai modal menyusun strategi pemberitaan yang baik.
Jun 19, 2016
Cara Agar Tidak Ketinggalan Pesawat
Banyak sekali hal menarik dari proses bisnis maskapai yang aku pelajari akhir-akhir ini. Khususnya ketika menjalani on the job training di Kota Pangkalpinang sebagai bagian dari rangkaian pelatihan di kantorku. Selama di sana, aku menemukan beberapa kasus keterlambatan penumpang yang dengan berat hati harus meninggalkan atau memindahkan mereka ke penerbangan berikutnya. Tentu kita tidak ingin rencana liburan atau janji meeting menjadi buyar hanya karena tertinggal pesawat kan? Nah, berikut ini beberapa cara agar kamu tidak lagi ketinggalan pesawat. Dicatat ya!
1. Datang Sesuai Jam Ketentuan
Beberapa maskapai memasang peraturan kapan paling lambat penumpang harus datang. Biasanya waktu yang ditentukan adalah 90 menit sebelum jadwal keberangkatan. Harus diperhatikan lagi di tiket pesawat, yang mana jam keberangkatan dan mana jam boarding agar tidak keliru. Datang lebih awal akan sangat membantu, khususnya jika kamu berangkat dari bandara kecil dan padat seperti Bandara Depati Amir, Pangkalpinang yang antriannya bisa mengular sampai keluar check-in hall. Dari waktu 90 menit yang ditentukan maskapai, proses check-in akan memakan waktu 60 menit, karena 30 menit sebelum jam keberangkatan diharapkan semua penumpang sudah hadir dan dilakukan proses boarding. Proses boarding yang nyaman akan memakan waktu 30 menit.
Beberapa maskapai memasang peraturan kapan paling lambat penumpang harus datang. Biasanya waktu yang ditentukan adalah 90 menit sebelum jadwal keberangkatan. Harus diperhatikan lagi di tiket pesawat, yang mana jam keberangkatan dan mana jam boarding agar tidak keliru. Datang lebih awal akan sangat membantu, khususnya jika kamu berangkat dari bandara kecil dan padat seperti Bandara Depati Amir, Pangkalpinang yang antriannya bisa mengular sampai keluar check-in hall. Dari waktu 90 menit yang ditentukan maskapai, proses check-in akan memakan waktu 60 menit, karena 30 menit sebelum jam keberangkatan diharapkan semua penumpang sudah hadir dan dilakukan proses boarding. Proses boarding yang nyaman akan memakan waktu 30 menit.
2. Kenali Jalan ke Bandara
Hal ini sangat penting, khususnya untuk kamu yang harus melalui kawasan macet untuk ke bandara. Untuk yang melalui Jakarta, biasanya meluangkan waktu lebih untuk penjalanan ke bandara, bisa 3, bisa juga 6 jam sebelum keberangkatan tergantung dari dari mana kamu berangkat. Untuk yang tempat tinggalnya dekat bandara bukan berarti bisa datang mepet, Ingat aturan 90 menit sebelum keberangkatan kan? Jangan sampai pesawat lewat atap rumah baru berangkat, ternyata begitu sampai bandara sudah close boarding dan pesawat sudah didorong. Biarpun masih di parkiran, jika pesawat sudah ditutup pintunya, maka wewenangnya sudah ada di captain pilot. Kalau mau nego, silahkan nego ke pilotnya ya. :D
3. Manfaatkan Fitur Web/Self Check-in
Kini sudah banyak maskapai yang menawarkan fitur web/self check-in dan tentunya fitur ini akan sangat membantu kamu agar tidak telat. Fitur ini biasanya bisa berupa website ataupun mesin ATM. Kamu harus ketahui dulu bagaimana ketentuan-ketentuan untuk menggunakan web/self check-in ini. Akan lebih pas jika kamu tidak membawa bagasi dalam penerbangan, karena jika membawa bagasi kamu harus mendaftarkan bagasi kamu lagi ke counter check-in dan akan sama saja prosesnya dengan check-in biasa.
Kini sudah banyak maskapai yang menawarkan fitur web/self check-in dan tentunya fitur ini akan sangat membantu kamu agar tidak telat. Fitur ini biasanya bisa berupa website ataupun mesin ATM. Kamu harus ketahui dulu bagaimana ketentuan-ketentuan untuk menggunakan web/self check-in ini. Akan lebih pas jika kamu tidak membawa bagasi dalam penerbangan, karena jika membawa bagasi kamu harus mendaftarkan bagasi kamu lagi ke counter check-in dan akan sama saja prosesnya dengan check-in biasa.
4. Lepas Semua Perhiasan dan Logam di Badan
Biasanya bandara memiliki beberapa Security Check Point (SCP). Untuk SCP pertama biasanya hanya dibaca isi bagasi kamu dan barang-barang berbahaya umum yang ada di tubuh kamu seperti senjata tajam atau senjata api. Setelah check-in untuk menuju ruang tunggu biasanya ada SCP lagi dan kali ini lebih ketat, semua logam yang ada di badan harus dilepas seluruhnya. Tentu ini memakan waktu dan biasanya SCP ini antriannya akan memanjang. Untuk mengantisipasinya, sebelum check-in dari SCP pertama lebih baik kamu lepas semua atribut yang berlogam seperti ikat pinggal, gelang, kalung, jam tangan, dan sebagainya untuk disimpan dalam tas. Setelah kamu sampai di ruang tunggu, silahkan dipakai lagi. Dengan begini kamu bisa hemat 2-4 menit lho.
5. Pasang Telinga dan Simak Tiap Pengumuman Informasi
Kamu sudah datang lebih awal, pakai self check-in biar lebih cepat dan di SCP pun kamu lancar saja. Akhirnya bisa santai menunggu di boarding hall. Tapi, sesantai-santainya kamu harus tetap memperhatikan setiap pengumuman yang ada ya. Jangan sampai ketika sedang asik mendengarkan musik, baca buku atau mengobrol justru malah ketinggalan pesawat karena tidak sadar kalau boarding time sudah lewat dan nama kamu sudah dipanggil announcer berkali-kali. Pasang telinga kamu, terutama jika sudah mendekati waktu keberangkatan. Dari pengumuman itu juga kita bisa tahu apakah pesawat kita mengalami delay atau masih on schedule.
Setidaknya jika kamu ikuti cara di atas, pasti kamu akan datang ke bandara tepat waktu dan perjalananmu akan lebih tenang dan menyenangkan. Tidak ada lagi yang namanya ketinggalan pesawat dan berujung bubarnya rencana liburanmu atau kesalnya teman meeting-mu. Have a safe flight!
Mar 9, 2016
5 Hal Yang Perlu Diketahui dari PR
Kamu mungkin bisa dengan mudah menjelaskan apa pekerjaan dari seorang dokter, juru parkir atau bahkan seorang badut. Beberapa jenis pekerjaan yang sudah sering ditemukan dalam keseharian kita akan lebih mudah dimengerti bagaimana dan apa tujuan pekerjaan itu ada. Lalu seringkah kamu mendengar istilah PR atau public relations? Tidak semua orang akrab dengan nama pekerjaan yang satu ini dan membuat salah paham tentang apa yang orang lain pikirkan dengan apa yang sebenarnya PR lakukan.
Banyak yang beranggapan bahwa PR adalah bagian dari periklanan. Tidak, kami tidak membeli iklan dan kita tidak membayar jurnalis untuk menulis berita tentang perusahaan atau klien kami agar dimuat di halaman paling depan surat kabar. Kami juga tidak membuat jingle radio yang lucu didengar dan juga tidak memberikan sample gratis agar orang bisa kenal dengan klien kami, Kami memang bekerja untuk mempromosikan klien, produk atau bahkan diri kami sendiri ke khalayak, tapi tidak dengan membeli iklan. Berbeda dengan iklan, yang kami lakukan adalah mengajak publik eksternal maupun internal untuk mengenal kami lebih jauh tanpa "membeli" perhatian mereka dengan membayarnya. Apapun, entah itu media tradisional, media sosial atau melalui bicara secara langsung, kami berkomunikasi dengan khalayak lewat rasa percaya, tidak berbayar dan bdengan sumber yang jelas. Kami memperkenalkan diri kami melalui proses yang lebih alamiah.
Untuk mempermudah pemahaman umum tentang public relations dan bagaimana menggunakan PR dengan benar, juga untuk membantu kamu yang bergelut di dunia PR agar lebih mudah menjelaskan pada orang tua, teman atau mereka yang secara random bertanya padamu, berikut adalah Lima Hal yang Perlu Diketahui Tentang Public Relations.
1. Apa itu Public Relations?
PR adalah persuasi atau ajakan. Bagaimana cara kamu membujuk, meyakinkan dan memastikan bahwa publik yang menjadi targetmu akan berpikir, mengenal, bertindak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Public Relations Society of America atau PRSA memiliki definisi tentang PR yang telah disepakati bahwa PR atau public relations adalah proses komunikasi strategis yang membangun manfaat bersama antara organisasi dengan publiknya. Lingkup "publik" sendiri sangat beragam sesuai dengan bagaimana dan dimana organisasi itu bekerja.
Insan PR sendiri adalah "penceritra" atau lebih akrab disebut sebagai "storyteller". Mereka membuat suatu narasi untuk memajukan kegiatan mereka. PR bisa berguna untuk melindungi, memoles atau membangun repiutasi melalui media konvensional, sosial media, atau jalur komunikasi yang dibentuk sendiri. Praktisi PR yang baik akan menganalisa organisasi, mencari pesan-pesan positif dan menerjemahkannya ke sebuah bentuk cerita yang bernuansa positif. Ketika suatu berita menjadi buruk, mereka mampu merumuskan bagaimana cara terbaik untuk menanggapinya dan meredam dampaknya.
Laman Princeton Review menulis bahwa, "Seorang PR Specialist adalah pengasah imej. Tugas mereka adalah untuk menghasilkan publikasi yang positif untuk klien dan meningkatkan reputasi. Mereka memastikan publik selalu terinformasi tentang kegiatan badan pemerintahan, menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan, dan mengatur kampanye politik. Insan PR bekerja untuk sebuah perusahaan yang mungkin menangani hubungan dengan konsumen, atau hubungan antara bagian-bagian dalam perusahaan seperti manajer, karyawan atau antar kantor cabang.
Hal-hal yang digunakan PR untuk bekerja antara lain diataranya:
- Menulis dan mendistribusi press release atau siaran pers
- Menulis pidato
- Menulis berita edaran (tidak seformal press release) tentang perusahaannya dan mengirimnya langsung ke jurnalis.
- Membuat dan menjalankan event khusus yang fungsinya untuk menjangkau publik dan media relations.
- Menyebarluaskan kontak bisnis baik melalui jalur personal atau menghadiri acara dan sponsoring pada suatu event.
- Menulis dan blogging untuk web (situs internal maupun eksternal)
- Strategi krisis PR
- Promosi media sosial dan menanggapi opini negatif online
2. Apa bedanya PR dengan Periklanan?
PR vs Periklanan sederhananya adalah tidak berbayar vs berbayar, diraih vs dibeli, meyakinkan vs meragukan, PR berdampak besar dan iklan hanya sedikit terasa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa, "Iklan adalah apa yang kamu bayar, PR adalah apa yang doakan."
Iklan adalah media berbayar, public relations adalah media yang didapat atau diraih yang artinya kita membujuk reporter atau editor untuk menulis berita positif tentang klien kita, kandidat politik kita, brand kita atau isu-isu tentang kita. Berita yang ditampilkan di majalah, surat kabar, TV, radio atau website akan berada pada bagian "berita/editorial", sedangkan "media berbayar" akan dimutampilkan pada bagian "iklan/promosi". Jadi, berita kita akan menjadi lebih kredibel karena terverifikasi oleh pihak ketiga, yakni media. Untuk lebih lengkapnya silahkan ke laman ini.
Perbedaan mencolok lainnya ada pada harga. Ahensi PR bisa dibayar secara bulanan atau untuk selama proyek tertentu saja sedangkan iklan bisa menjadi sangat mahal, Sebuah ahensi PR di Amerika Serikat menerima klien yang telah membeli iklan sehalaman penuh dalam sebuah majalah mingguan dengan biaya $125,000. Klien itu mengharapkan akan ada banyak telepon, viral di media dan obrolan-obrolan tentang iklannya hingga akhirnya klien itu tidak mendapatkan apa-apa. Berbeda jika beritanya dikutip oleh New York Times, Forbes, Reuters yang akan menjadi obrolan penting secara nasional, panggilan telepon dari klien-klien baru dan yang telah ada, dan kredibilitas yang begitu meyakinkan. Tidak semua orang bisa memiliki uang sebesar $125,000 dan lagi iklan bisa menjadi sangat mahal jika tahu berapa biaya untuk tempat dan waktu tertentu ditambah dengan desain yang kreatif juga ditambah dengan biaya produksinya. Belum lagi, iklan akan menjadi efektif ketika dilakukan secara berulang untuk mempengaruhi konsumen.
3. Apa Itu Berita?
Sebelum menyewa jasa ahensi PR atau memulai kampanye sendiri, sangat penting untuk mengerti sifat-dasar berita. Hanya ada dua cara untuk membuat berita: 1) Ciptakan cerita 2) Ikuti cerita.
Hal ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin memahami, menjalankan dan memanfaatkan kekuatan dari public relations. Sebelum menjawab klien atau boss yang memberi perintah "Taruh di halaman depan Kompas!" Tidak penting apakah itu boss atau kamu sendiri yang menginginkan cerita itu ada di sana. Ingat, jurnalis, narasumber, blogger dan influencer lainnya perlu berita yang emang memiliki nilai berita yang layak. Mereka akan bertanya "Ini berita tentang apa?" Dengan kata lain, anggap kamu mendapatkan berita dan jawab: Apa beritanya? Kenapa harus dimuat? Kenapa SEKARANG dan bukan NANTI?
Ada beberapa kriteria berita yang harus dipertimbangkan: Apakah ini hal baru? Apa ini unik? Apakah ini bisa menarik perhatian? Berikut adalah dua cara untuk membuat berita.
- Ciptakan Cerita
Ini adalah cara paling umum dari PR. Cara ini melibatkan storytelling sesuatu yang segar: mobil baru, aplikasi baru, CEO baru, merger perusahaan, mendapat penghargaan. Cara lain untuk membuat berita bisa juga dengan bylined artikel untuk publikasi independen, Opinion-Editorial (tentang topik kontroversial), media sosial (blog, tweet, foto, video, dll), content marketing di website, dan masih banyak lagi,
Beberapa ahensi membuat event-nya sendiri atau bicara di hadapan kelompok orang-orang yang berpengaruh. Memang hebat, tapi bisa jadi sangat mahal dan menyita waktu dan tanpa ada jaminan untuk dimuat. Banyak universitas membuat berita dengan survey-survey dan penelitian yang orisinil. Sebenarnya cukup sesederhana menggunakan telepon dan email. Serangkaian Q&A dari informasi-informasi baru bisa memiliki nilai berita yang cukup untuk dimuat media.
- Ikuti Cerita
Begitu ada kesempatan, sambut! Ketika ada cerita menarik di suatu berita dan kamu menanggapinya. Bisa saja berita tentang surutnya kondisi indeks saham, skandal politik, efek ekonomi, kebijakan pemerintah baru, polemik yang menyebar di masyarakat. Jurnalis seringkali membutuhkan seorang ahli untuk mengomentari berita di program Breaking News baik melalui telepon, video interview, dan cara lainnya. Reporter sering menghubungi orang yang bisa dipercaya. Dengan beberapa pemikiran cepat, menjangkau publik lebih luas berujung pada koneksi baru dan perhatian media. Contoh, ketika terjadi pemberitaan tentang regulasi penerbangan baru dan menjadi perhatian publik, kemudian salah seorang dari perusahaan maskapai penerbangan dipercaya sebagai ahli untuk membahas dan mengomentarinya, apakah nama maskapai itu ikut menjadi sorotan dan mendapat perhatian publik?
4. Bisakah Media Sosial Menggantikan Media Konvensional?
Tidak bisa.
Banyak sekali anggapan bahwa postingan blog atau tweet, selama banyak yang melihat, maka akan seefektif kutipan berita di harian Kompas atau tayangan di Metro TV. Jangan terbawa arus. Media sosial bisa dijadikan upaya tambahan PR dan sebagai pengeras suara. Fungsi dari media sosial adalah panjang tangan dari cerita apa yang ingin kamu sebarkan. Di Twitter kamu bisa sampaikan beritamu dengan rangkaian kata yang unik dari 107 karakter, 23 karakter lainnya kamu gunakan untuk link berita. Atau jika kamu menggunakan Vine, buat video 6 detik yang bisa menggugah jurnalis untuk tertarik membuka beritamu. Bahkan untuk media sosial yang memungkinkan menulis dengan penuh kata, jangan sampaikan press release-mu secara gamblang. Buatlah dengan jargon yang menarik, sampaikan pucuk beritamu dengan kata-kata yang menarik. Jika perlu lengkapi dengan gambar yang representatif dan sertai dengan kutipan-kutipan yang menarik perhatian.
5. Bisakah Kita Mengukur PR?
Mungkin.
Perlu dipahami bahwa PR adalah ilmu terapan dan bukan ilmu pasti. Banyak sekali orang atau ahensi yang membuat banyak model, rencana, dan estimasi. Harus diperjelas, itu semua adalah estimasi yang berarti bisa menjadi kurang atau lebih baik dari yang lainnya. Hal ini bisa dengan mudah menjadi beban emosional di industri PR. Efektifitas sebuah kegiatan PR sangat bergantung dari berapa besar impact yang menjadi terget dan seberapa banyak biaya yang digunakan. Belum dagi jika dikomparasikan dengan metode dan perencanaan kegiatan PR lain yang sekali lagi, "diperkirakan" lebih efektif dari yang lainnya.
5 Hal Yang Perlu Diketahui dari PR - Faiz Ridhal Malik
Sep 13, 2015
Nganggur Pak!
Waduh, sarang laba-labanya udah banyak banget. Gak usah diberishin lah, enakan begini. biar agak gothic. #Apadeh
Cuma mau bercerita, kalau seminggu penuh ini gue gak ada kerjaan alias nganggur!
Selepas 4 hari bergumul manja bersama teman-teman SLDP lainnya di Bumi Perkemahan Cidahu - Sukabumi untuk kegiatan personal & team building, akhirnya mulai lah satu persatu dari kami "dikirim" ke daerah untuk OJT fase pertama. Ada yang dikirim ke Pekanbaru, Tanjung Pandan, Lubuk Linggau, Banjarmasin, Gorontalo, Manado, Palu (gue), sampai Sorong dan Timika. Kesan pertama gue ketika mendapatkan lokasi yang (menurut gue) asing adalah "bring it on!".
Kenapa? Karena gue belum pernah ke daerah Sulawesi khusunya kota Palu dan menetap di sana sampai 3 bulan. So excited! Gue akan bertemu dengan banyak orang baru dengan berbagai latarbelakang yang unik baik suku dan kebudayaannya yang tentunya bisa bikin gue melakukan hal-hal yang di mata mereka adalah bodoh. Itu karena gue orangnya ceplos, spontan namun polos dan gemar menabung. Terlebih lagi gue akan belajar kembali tentang bagaimana gue harus menempatkan diri pada suatu lingkungan yang benar-benar baru, setelah empat tahun lamanya gue merantau di negeri ngapak, Banyumas.
Oke, tapi kenapa gue pada akhirnya menganggur selama seminggu? Jadi begini ceritanya.
Awalnya, gue dapet penerbangan tanggal 10 Septermber ke Makassar dan stay di sana selama 3 hari lalu melanjutkan ke Palu di tanggal 13. Fine. Kemudian ada perubahan. Gue akhirnya diminta langsung pada tanggal 13 itu juga terbang ke Makassar dan connecting langsung (tanpa menginap) ke Palu. Fine. Dan pada akhirnya jadwal gue diubah ke tanggal 15 September yang berarti jadwal kloter paling akhir dari sesi "pengiriman" SLDP. Alasannya karena operasional. Mungkin bandara di Palu sedang batuk atau meriang jadinya gak bisa buat landing dulu.
Wah jadi lama dong libur lo. Kan enak!
Sorry to say ya bapak/ibu yang terhormat. Awalnya memang gue berpikir bakal jadi dugong ganteng di rumah dan makan sepuasnya serta lepas kangen sepuasnya sama keluarga tertjintah. 1-2 hari no prob lah... Tapi kemudian mulai deh tuh temen yang dikirim duluan mulai update foto IG, Path, FB, Friendster, Skype, Mig33, MiRC dan sebagainya which is bikin gue ngiri. Yang ke Makassar udah makan coto sama es pisang ijo LANGSUNG dari tanah asalnya. Yang ke Banjarmasin udah nyoba soto bajar dan foto di pasar apung asli. Bukan pasar apung KW 12 yang ada di Sentul itu. Gue juga kan mau nyoba makan Kaledo yang katanya wuenak bin terkenal dari tanah Palu sama foto di jembatan kuning dan pantai pasir putih di Donggala.
Sampai pada akhirnya gue curhat dimari. Melampiaskan emosi gue ke kertas digital yang gak punya dosa, berharap rasa kesel gue bisa teredam dengan indah. Sampai saat ini gue hanya bisa bersiap dengan koper yang sudah nyaris rapih terisi dan terus berdoa semoga aku, kamu dan kita semua diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT. Selamat bertugas teman-teman SLDP semua!
Faiz Ridhal Malik
Cileungsi, 13 September 2015, Agak Gendutan.
Nov 29, 2013
Mengenal Lebih Dekat Media Internal
Salah satu upaya menjembatani komunikasi antara pihak manajemen dengan karyawan, sebuah perusahaan dapat memfasilitasi dirinya dengan sebuah media internal. Dengan adanya media internal ini diharapkan terbentuk suasana kondusif dan harmonis sehingga seluruh aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan optimal.
Berikut ini adalah kompilasi dari beberapa sumber di internet yang menjelaskan mengenai apa dan bagaimana itu media internal. Semoga membantu.
________________________________________
Media internal adalah suatu sarana penyampaian dan penerimaan informasi di kalangan publik internal perusahaan, dan biasanya bersifat non komersial. Penerima maupun pengirim informasi adalah orang dalam atau orang dalam atau public internal, terdiri atas pimpinan, angota, pegawai, maupun unit-unit kerja yang ada di dalam perusahaan tersebut.
Hubungan Media Internal dengan PR
Salah satu fungsi dari Public Relations adalah mengurusi berbagai kegiatan yang sifatnya hubungan internal. Dalam fungsi tersebut PR bertanggungjawab atas upaya yang dilakukan agar tujuan dari hubungan internal ini berjalan. Seperti yang diketahui, kondisi iklim kerja yang baik dan produktif adalah iklim yang nyaman dan kondusif. Salah satu poin penting agar hal itu tercapai adalah adanya arus komunikasi yang lancar.
Menciptakan hubungan baik antara pihak manajemen dan karyawan dengan cara sederhana bukanlah tidak mungkin, tapi sangat sulit untuk diwujudkan. Oleh karena itu, penggunaan media dimana media memiliki kekuatan untuk menyebar pesan dan informasi dengan cepat, merata dan real time bisa dijadikan sebagai salah satu sarana memnciptakan hubungan internal yang baik.; Untuk itulah mengapa Media Internal erat kaitannya dengan PR dan kondisi lingkungan kerja yang baik. Pada umumnya kegiatan media internal berada di bawah pertanggungjawaban bagian PR.
Pengelola Media Internal
Media Internal berjalan dalam pertanggungjawaban bagian PR di suatu perusahaan pada umumnya. Meskipun demikian, bukan berarti media internal bisa dibentuk dengan asal-asalan. Proses kerja yang profesional juga sangat diperlukan dalam pembuatan media internal seperti layaknya proses pembuatan media massa pada umumnya. Untuk perusahaan yang besar, biasanya dalam bagian PR atau corporate communications-nya memiliki bagian khusus yang memegang jalannya media internal ini. Orang-orang yang ada di dalamnya adalah orang yang memiliki latarbelakang media atau orang yang sudah berpengalaman dalam membuat sebuah media massa seperti sebuah redaksi pada umumnya.
Untuk perusahaan yang lebih kecil, misalkan untuk perusahaan menengah dan kecil.media internal berada pada bagian PR dan di-handle oleh orang-orang di dalamnya tanpa membaginya ke dalam bagian khusus. Tapi tetap saja, dalam pemilihan tim yang akan menjalankan media internal, akan lebih baik jika orang tersebut memiliki latarbelakang media yang baik.
Untuk mengelola media internal, kalangan pengelola (jajaran redaksi) harus menguasai keterampilan jurnalistik yang mencukupi, yakni keterampilan meliput, menulis, dan mengedit. Pola kerja wartawan media internal tidak berbeda dengan wartawan pada umumnya. Karenanya, jurnalis media internal pun mesti (a) menguasai keterampilan jurnalistik, (b) menaati kode etik jurnalistik, dan (c) menguasai bidang liputan atau masalah yang ditulis.
Kelemahan mendasar yang selama ini muncul, selain soal keterampilan jurnalistik, adalah penguasaan “bahasa media” (language of mass media), yakni bahasa jurnalistik. Kelemahan dalam hal bahasa jurnalistik selama ini menjadi “jurang pembeda utama” antara media internal dan media komersil. Tulisan di media internal cenderung kaku. Inilah yang menyebabkan kecendrungan media internal tampil kurang atau tidak menarik bagi yang membaca.
Fungsi dan Tujuan Media Internal
1. Fungsi Media Internal
Menurut Rosady Ruslan, Media internal berfungsi sebagai media hubungan komunikasi dengan publik internal dan eksternal dalam upaya pencapaian pesan-pesan perusahaan kepada pemilik (shareholder), khalayak terkait (stakeholder) mengenai aktivitas perusahaan, manfaat produk, barang dan jasa. Selain itu, media internal, menurutnya bisa dijadikan sebagai ajang komunikasi antar karyawan. Misalnya kegiatan usaha, wisata, dan kegiatan karyawan.
Media internal juga bisa dijadikan sarana bagi staf PR dalam hal tulis-menulis, karena hal itu kan menjadi nilai tambah bagi PR untuk menerbitkan in-house journal yang bermutu, terbit berkala dan teratur dengan penampilan yang profesional, lay-uot dan isi yang ditata secara apik dan cover yang menarik.
2. Tujuan Media Internal
Dari sisi tujuan, media internal berguna untuk menciptakan hubungan yang kondusif dan harmonis di lingkungan kerja antara sesama publik internal dalam perusahaan. Media internal berperan dengan melancarkan arus informasi ke seluruh publik internal perusahaan secara merata dan serempak. Jika semua orang terjangkau informasi dalam media internal, maka mereka akan merasa lebih diperhatikan oleh perusahaan dan berujung pada kondisi pekerjaan yang lebih baik untuk produktif.
Jenis-Jenis dan Perbedaan Media Internal Beserta Kontennya
1. In-House Journal
a. Newsletter
Sebaran dalam bentuk lembaran yang membuat berita untuk kalangan terbatas. Biasanya, jumlah halaman sedikit, sekitar 2-8 halaman dan berukuran A4. Sebagian besar isinya adalah tulisan-tulisan singkat dengan atau tanpa gambar. Percetakannya menggunakan teknik lithografi atau dapat diproduksi menggunakan mesin fotokopi kantor.
b. Surat
Sarana dan bukti komunikasi yang sifatnya tertulis.
c. Sisipan & lampiran
sesuatu yang di sisipkan atau pun dilampirkan dalam in-house journal sebagai informasi tambahan.
d. Internal magazine
Jurnal internal dengan format majalah dan biasanya berukuran A4. Sebagian besar isinya adalah tulisan fitur dan ilustrasi yang bersangkutan dengan perusahaan. Adapun isi dari majalah internal adalah:
- Masthead
- Daftar isi majalah
- Kolom pembuka
- Mempunyai sampul muka dan belakang
- Editorial / tajuk rencana
- Majalah perusahaan diperpolehkan memasang iklan, tetapi dibatasi sekitar 10% dari jumlah halaman seluruhnya.
- Menggunakan bahasa Indonesia-Jurnalistik yang benar
Profil/riwayat sebuah perusahaan, yang lebih banyak menampilkan aspek historis perusahaan, susunan komisaris, jajaran direksi, sistem/struktur organisasi dan manajemen, jumlah kantor cabang yang sudah ada, jenis produk atau jasa yang dikelola, hingga nilai-nilai filosofis perusahaan yang menjadi acuannya dan dikemas dalam bentuk suatu format majalah yang mewah dan menarik dan hanya diterbitkan satu kali dalam satu periode.
Edisi berikutnya akan berisi perubahan susunan personel Komisaris atau Direksi, serta perkembangan produk barang dan jasa yang baru pada perusahaan bersangkutan. Atau pun bisa disajikan dalam format presentasi lainnya, seperti power point dan sejenisnya.
Daftar isi Company Profile, biasanya berisi sebagai berikut :
- Introduksi
- Kata pengantar atau sambutan dari dewan komisaris/ direktur utama
- Sejarah, strukutr organisasi perusahaan
- Produk barang atau jasa yang ditampilkan
- Kinerja dan manajemen perusahaan
- Nilai aset dan kekayaan perusahaan
- Pengembangan perusahaan, bisnis, dan sumber daya manusia
- Prospek dan tantangan yang dihadapi perusahaan pada saat sekarang dan di masa-masa mendatang dengan menggunakan analisis SWOT
- Daftar kantor cabang, Alamat, Telepon, dan lainnya.
2. Printed Materials
a. Brosur
adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi
brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul.Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat. Brosur juga didesain agar menarik perhatian, dan dicetak di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap layanan atau produk tersebut.
b. Leaflet
Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Selebaran, yaitu lembaran kertas berukuran kecil mengandung pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai informasi mengenai suatu hal atau peristiwa.
c. Booklet
Buklet sering memiliki sampul, halaman judul, dijilid (bisa dengan kawat sadel atau pun jahitan seperti majalah, dan ditutup dengan kertas yang sama yang digunakan untuk halaman dalam), dan memiliki jumlah halaman lebih banyak dari brosur. Bentuknya sering
terlihat seperti buku berukuran kecil. Berbeda dengan brosur atau pamflet, buklet bukan merupakan sarana beriklan secara langsung. Sejumlah produk konsumen seperti barang elektronik, sering menyertakan buklet berisi spesifikasi produk atau penjelasan cara penggunaan. Buklet yang menyertai barang elektronik kadang-kadang memiliki jumlah halaman yang banyak dan tidak untuk habis dibaca dalam satu kali kesempatan.
d. Poster
Media pengumuman untuk memberitahukan sesuatu atau untuk mempromosikan produk perdagangan, yang dipasang ditempat terbuka, berbentuk lembaran kertas atau karton, papan kayu atau logam tipis.
e. Folder
Selebaran informasi yang ditata dalam lembaran kertas yang dilipat.
3. Face to Face
a. Lobbying
Suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh satu pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk memperoleh dukungan dari pihak lain yang dianggap memiliki pengaruh atau wewenang dalam upaya pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Lobbying merupakan awal dari sebuah negosiasi.
b. Negosiasi
- Proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain
- Penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersangkutan
c. Pidato
Ucapan yang disusun secara baik dan ditujukan kepada sejumlah orang yang hadir di suatu tempat atau ditujukan kepada umum melalui media massa radio atau televisi. Pidato dilakukan untuk berorasi, untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
- Rapat : Pertemuan antara sejumlah orang yang mempunyai kepentingan yang sama.
- Telekonferensi : suatu perundingan jarak jauh yang dilakukan dengan menggunakan perangkat televisi, baik dalam taraf nasional maupun internasional. Setiap peserta yang berada di kota ataupun Negara masing-masing dilengkapi mikrofon, kamera, dan pesawat penerima serta pemancar televisi, sehingga di satu pihak dapat berbicara kepada para peserta, dilain pihak dapat melihat dan mendengarkan suara para peserta tersebut yang berada di tempat lain.
4. Media Sarana
a. Logo
Huruf tunggal atau gabungan huruf atau gambar yang dilukis secara khusus, yang mengandung makna tertentu sebagai lambang dari perusahaan, lembaga, badan, atau organisasi lainnya.
b. Brand name
Merk atau nama yang mewakili sebuah perusahaan sebagai penanda atau pengenal (identitas) suatu perusahaan, yang telah diakui dan dilindungi secara hukum atas kepemilikannya.
c. Colour Standard
Warna yang menjadi identitas perusahaan secara non-verbal, yang juga dilindungi kepemilikannya.
d. Uniform
Seragam perusahaan yang dikenakan oleh para publik internal-nya. Seragam tersebut dikenakan sebagai pengenal dan pembeda dengan perusahaan lainnya dan juga dijadikan sebagai simbol kebersamaan.
e. Corporate Culture
Budaya perusahaan bisa menjadi ciri khas yang membedakan antara suatu perusahaan dengan yang lain. Budaya perusahaan biasanya dibentuk untuk mengikat sense of belonging antar anggota perusahaan.
5. Media elektronik
a. Internet
dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas yang menghubungkan pemakai komputer satu komputer dengan komputer lainnya dan dapat berhubungan dengan komputer dari suatu Negara ke Negara di seluruh dunia ,dimana didalamnya terdapat berbagai aneka ragam informasi Fasilitas layanan internet Browsing atau surfing Yaitu kegiatan “berselancar” di internet.
b. E-Mail
E-mail adalah surat melalui media elektronik. Sebenarnya email merupakan singkatan dari “Electronic mail”. Melalui email kita dapat mengirim surat elektronik baik berupa teks maupun gabungan dengan gambar, yang dikirimkan dari satu alamat email ke alamat lain di jaringan internet.
c. E-Bussiness
E-Business merupakan kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja meliputi pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis (baik individual maupun instansi). Fungsi E- Bussiness yaitu untuk mensupport bagian dari marketing, produksi, accounting, finance, dan human resource management. Proses transaksi online memegang peranan yang sangat penting pada e-business
d. E-publications
Kegiatan mentebarluaskan informasi kepada khalayak dengan menggunakan media internet.
e. E-Commerce
semua bentuk transaksi komersial yang menyangkut organisasi dan individu yang didasarkan pada pemrosesan dan transmisi data yang didigitalisasikan, termasuk suara, teks dan gambar. idefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer.
Jenis-Jenis Khalayak Media Internal
Berikut ini adalah khalayak dari media internal secara umum:
- Pegawai/anggota
- Pensiunan
- Distributor
- Pemasok/mitra usaha
- Investor
- Konsumen
- Pemerintah
- Masyarakat
- Tokoh berpengaruh
Untuk media seperti majalah, Willcox mengkalisifikasikan khalayak media internalnya menjadi empat bagian:
- Majalah untuk Karyawan dan Pensiunan (Magazines for employees and retiress)
- Majalah untuk Shareholders dan Karyawan (Magazines for shareholders dan karyawan)
- Majalah untuk Staf Pemasaran dan Agen (Magazines for marketing staff and wholesalers of company)
- Majalah untuk Pembeli dan Anggota Asosiasi (Magazines for customers and association members)
Strategi dalam Membuat Media Internal
1. Mengenali Profil Peruahaan
Perusahaan berdiri di atas nilai-nilai keutamaan tertentu. Dalam hal ini, perusahaan mengutamakan etos efisiensi, kedisiplinan, kerja keras, dan kualitas terbaik. Dengan demikian, Tim redaksi mesti mengemas setiap artikel dalam kerangka itu. Sebagian atas keseluruhan etos itu mesti tampak dalam setiap artikel. Dalam teori pemasaran, brand yang abstrak sekalipun mesti bisa terbaca riil dalam cuilan-cuilan cerita yang melekat pada perusahaan tersebut. Dengan menyebut salah satu aspek saja, setiap artikel mesti mampu mengantarkan asosiasi pembaca kepada brand perusahaan tersebut.
2. Membaca Segmen Pembaca
Sebagai majalah internal perusahaan, target khalayak media internal ada pada jajaran eksekutif perusahaan, karyawan, dan rekanan perusahaan. Pembaca seperti ini diandaikan sudah tahu tentang budaya perusahaan sekaligus perlu terus diingatkan akan budaya tersebut. Mereka orang di dalam lingkaran. Ada yang berada di lingkaran pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan, hingga objek kebijakan. Oleh karena itu, tulisan-tulisan yang hadir mesti secara jelas menjangkau kesemua lapis lingkaran tersebut. Bagi pengambil kebijakan, tulisan yang tersaji mesti tepat mewakili apa yang mereka maksud.
3. Memastikan terminologi
Jika media internal berada dalam perusahaan otomotif, maka Motor, injeksi, mekanik, rotasi, dan centimeter cubic (cc) adalah contoh-contoh istilah yang khas dan kerap berseliweran di ruang komunikasi perusahaan. Tim redaksi dituntut belajar cepat mengenali dan memahami istilah-istilah tersebut. Saat menulis, kami juga mesti memastikan bahwa istilah-istilah yang kami hadirkan benar-benar tepat penggunaannya. Sebagaimana otomotif adalah dunia yang syarat dengan presisi, menulis pun sebaiknya demikian. Penggunaan istilah yang tepat sangat membantu mewujudkan komunikasi yang bisa dimengerti. Jika komunikasi mengandung perintah, maka perintah tersebut mesti diterima dan dilaksanakan sesuai dengan maksudnya.
4. Memastikan Target Misi
Tujuan sebuah perusahaan menerbitkan majalah internal bermacam-macam. Ada yang sekadar ingin menghadirkan beragam informasi tentang peristiwa apa saja yang berlangsung di perusahaan. Ada yang lebih dari itu hendak menekankan nilai-nilai perusahaan. Untuk perusahaan yang ingin menyugestikan budaya perusahaan “corporate values” kepada pembaca majalah yang notabene adalah orang-orang di lingkaran dekat perusahaan. tentang kerja keras mereka tunjukkan lewat artikel yang memberitakan pencapaian omset dan jumlah unit yang terjual dalam periode tertentu. Tentang kompetensi dan profesionalitas mereka paparkan lewat informasi tentang pelatihan bagi mekanik dan staf bengkel. Tentang kerapian mereka sajikan lewat angka-angka dalam laporan keuangan. Tentang kepekaan sosial mereka resapkan lewat pemberian bantuan bagi usaha-usaha kecil yang tak selalu berkait dengan bisnis perusahaan. Tugas Tim redaksi adalah memastikan bahwa setiap artikel yang kelak naik cetak mengusung pesan tersebut.
5. Ketepatan Waktu
Aspek ini memang tidak berkait langsung dengan teknis pekerjaan tulis-menulis. Meski demikian, pekerjaan yang selesai tepat waktu akan berdampak positif bagi keseluruhan nilai pekerjaan. Rantai pekerjaan ke tahap berikutnya menjadi lancar. Majalah hadir tepat waktu ketika pembaca sedang merindukannya. Proses pekerja pun sebangun dengan isi pekerjaan.
________________________________________
Semua materi ini adalah hasil kompilasi materi lain yang bersumber di internet dan dibuat dengan maksud memudahkan kamu untuk memahami dan menambah wawasan mengenai apa itu media internal.
Mohon tidak menggunakannya dalam tugas makalah atau karya ilmiah sebagai referensi utama.
Terima Kasih
Faiz Ridhal Malik








